Jika PERSIB Seperti…

Penulis:

|

29/06/2011

|

Kategori:

|

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ditulis oleh: Richard RL

Musim Kompetisi telah berakhir, Persib berada di Peringkat Ke-7 klasemen akhir ISL. Tentunya akan banyak catatan yang diakhiri dengan evaluasi jika kita ingin Persib meraih peringkat yang lebih baik di ISL musim depan.

Pada berbagai forum di internet & situs-situs bobotoh, banyak yang bereaksi. Berbagai komentar & opini bermunculan, mulai dari manajemen yang dinilai tidak mengerti teknis & memanjakan pemain, pelatih yang divonis kurang kapabel, sampai pemain yang dinilai tidak punya hati untuk Persib, dan selanjutnya, kebanyakan bobotoh memberikan saran siapa yg pantas menjadi Pelatih & Pemain yang layak diburu Persib di musim depan.

Nah, sebagai seorang bobotoh biasa yang ingin Persib lebih baik, saya hanya mencoba untuk mengutarakan opini saya, dan juga mungkin bisa jadi sebagian bobotoh yang lebih dahulu mengikuti perjalanan Persib di ISL, dimana sebelum membahas siapa pelatih Persib musim depan, kemudian siapa pemain yang akan dikontrak

Lebih baik PT. PBB membentuk dahulu skema manajemen team & kepelatihan yg baik & sesuai standar Manajemen Kepelatihan FIFA, ini yang jadi alasan kenapa syarat dari PT. Liga mensyaratkan klub harus punya Pelatih Kepala yg memiliki Lisensi A, karena pelatih yg punya Lisensi A semestinya memiliki “ILMU KEPELATIHAN” yang sesuai dgn standar kepelatihan FIFA. Ini artiya memiliki “METODA KEPELATIHAN” yg layaknya digunakan klub-klub profesional di Eropa & Amerika Latin.

Dalam menjalankan fungsinya Pelatih kepala haruslah org yg punya filosofi sepakbola yg jelas, berwawasan tinggi dlm sepakbola & manajemen kepelatihan yg baik. Pelatih kepala bertugas menentukan konsep & pola bermain, mengatur strategi dalam permainan, memotivasi pemainnya agar tampil baik, dia juga bertanggungjawab atas peningkatan skill, tehnik, taktik & mental bermain yg baik, Jadi sebenarnya agak “mengherankan” jika seorang Pelatih Kepala berkomentar di media bahwa anak asuhnya memiliki mental yg buruk, karena itu sama halnya mendeklarasikan dirinya “GAGAL” untuk menangani sebuah team.

Tetapi hal itu menjadi Lumrah di ISL, karena rata2 pelatih “bersifat” sementara, alias hanya dikontrak jangka pendek & dia tidak mengenali pemain yg sudah ada di dalam team yg dilatihya.

Sebenarnya waktu 1 Tahun kurang cukup untuk membentuk sebuah team yg benar2 tangguh, apalagi jika di dalam team tersebut berisi pemain2 senior yg “sudah jadi” yg punya ego & visi bermain yg sudah ada di kepalanya sejak dia masih bermain di klub lamanya, Sepakbola bukanlah permainan sederhana yg mengharuskan pemain berlari kemanapun bola berada, sepakbola butuh intelegensia dari para pemain yg terlibat dalam sebuah team.

Jika para pemain dari sebuah team memiliki visi & konsep bermain yang sama, maka akan terlihat sebuah orkestra permainan yang menarik, merangsang penontonnya & pada akhirnya memiliki nilai jual lebih tinggi. Gelar Juara hanya tinggal menunggu waktu & akan datang dengan sendirinya. Juara adalah Akibat / Hasil yang diperoleh jika sebuah team sudah memiliki permainan yang PANTAS untuk juara.

Kesamaan visi bermain diantara pemain Persib inilah yang nyaris tidak terlihat pada beberapa musim ini. Gol & kemenangan lahir bukanlah dari sebuah skema permainan yang ideal, tetapi lebih karena kemampuan individu “berkelas tinggi” yang dimiliki Persib. Contohnya: Kita selalu dengar Cristian Gonzales yang mengatakan dia selalu rindu sosok Ronald Fagundes, rekannya yang banyak memberi assist & mengerti seperti apa keinginan El-Loco.

Lantas pertanyaannya mengapa hal itu bisa terjadi? Jelas karena sampai 2 musim terakhir bermain untuk Persib, seorang Cristian Gonzales masih bermain dengan visi bermain ketika dia berada di Persik Kediri yang memiliki skema bermain yang berbeda dengan Persib. Pertanyaan selanjutnya adalah Apakah memang seharusnya pemain lain yang menyesuaikan diri dgn Gonzales? Atau Gonzales yg mestinya menyesuaikan diri dgn pemain lain.

Apakah ini berarti Gonzales yang salah? Tentu tidak.. El Loco sudah berusaha memberikan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk Persib.. Tetapi dia sendiri bingung bagaimana caranya mencetak gol jika cara bermain teamnya tidak seperti apa yg dia alami di klub lamanya, Persik Kediri.

Demikian juga pemain lainnya, yang karena tidak adanya konsep bermain yang jelas, akhirnya terjadi “kompromi/komunikasi” diantara sesama pemain, mereka bermain atas dasar komunikasi yg mereka bangun diantara mereka, dan bukan karena skema yang diatur sedemikian rupa oleh Pelatih.

Lantas Apakah itu menjadi salah Pelatih? Tentu saja tidak demikian juga. tidak banyak yang bisa diperbuat pelatih dalam waktu 1 tahun masa kepelatihannya selain menjaga suasana team agar tidak tampil lebih buruk lagi, terlebih komposisi pemain yang ada bukanlah komposisi ideal yang diinginkannya.

Apalagi ketika mendapati kenyataan yg rumit ketika muncul kabar dari internal team yang menyatakan ada ‘gap’ diantara para pemain. Pemain asli Bandung berkumpul sendiri, Pemain Asing berkumpul sendiri, dsb.. Hasilnya semua terlihat dilapangan.

Kita jarang melihat ciri khas Persib yang sebenarnya, yg punya skema permainan khas menyerang, agresif dan memiliki umpan pendek dari kaki ke kaki, nyatanya beberapa tahun terakhir kita lebih sering melihat Persib bermain dgn umpan panjang. Tidak Heran, karena dalam pola permainan persib saat ini, juga ada ciri Persik, Deltras, Persebaya, PSIS, dll.

Bobotoh pun mulai bisa menduga apa yang terjadi internal Persib. Apa yang terlihat dilapangan adalah CERMIN dari apa yang terjadi di Tubuh Persib sendiri, dan Panen kegagalan yang dipetik Musim ini adalah hasil dari benih yang ditabur sebelumnya..

Yang perlu digarisbawahi dari paragraf diatas adalah tidak berarti Persib harus menjadi anti pemain asing atau anti pemain non-binaan, masalahnya adalah bukan di ada atau tidaknya Pemain asing, tetapi yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana “DASAR/KRITERIA” pemain yang harus dicari untuk memenuhi kebutuhan team, dan bukan mencari pemain berdasarkan “Kebintangan”.

Nyatanya selama ini Pemain-pemain Bintang tersebut bermain sesuai CARA BERMAIN mereka di team lamanya. Semestinya pemain dicari karena skill teknis, intelegensia & sesuai kebutuhan team.

Ini Poin Utamanya: Mereka akan dikontrak untuk kemudian dibina oleh Persib dengan Manajemen Kepelatihan yang baik agar lebih maju dan berkembang. Karena itulah prinsip KLUB SEPAKBOLA PROFESIONAL & MODERN, meningkatkan kemampuan pemain agar memiliki Nilai Tambah bagi team yang dibelanya, dan bukan Membayar Pemain Bintang untuk bermain di Teamnya agar penonton terhibur seperti layaknya sepakbola TARKAM.

Kunci utama perekrutan pemain adalah bagaimana kesanggupan Pelatih yg menangani Persib memberdayakan mereka, apakah mereka sesuai dengan skema yang diinginkan Pelatih? Apakah gaya main mereka akan bisa masuk ke dalam skema permainan persib? Jika tidak apakah pelatih akan mampu membina mereka jadi satu kesatuan di tubuh Persib??

Diluar RUMOR yang menyatakan bahwa ada mafia pertandingan di LIGA, bahwa Juara Liga sudah DIATUR sebelum kompetisi berakhir, tetapi semua orang bisa melihat bagaimana kualitas permainan Juara ISL musim ini, dan bagaimanapun sebagai Bobotoh & Manajemen kita bisa membandingkan bagaimana kesenjangan permainan Sang Juara dgn kualitas permainan kolektif yang dimiliki Persib.

Jadi sebelum kita bicara soal gelar Juara ISL, sebaiknya kita melihat kendala apa yang terjadi selama ini. Mengapa Persib sedemikian lama tidak pernah Juara. Belajarlah dari Persipura yang dalam 3 tahun terakhir menjadi sebuah kekuatan yang disegani, bukan hanya ketika bermain kandang, tetapi juga di partai tandang mereka sulit dikalahkan.

Disinilah manajemen klub sepakbola profesional diperlukan:

1. DIMULAI dari “Filosofi Sepakbola” apa yg akan dimainkan

Tentunya kita ingin melihat Persib bermain dgn agresif disertai umpan2 pendek dari kaki ke kaki, Langkah Pertama Cari Dahulu PELATIH yg punya Filosofi permainan yg sesuai & memiliki ilmu kepelatihan dgn kualitas baik, dan berikan dia kesempatan LEBIH dari 1 tahun untuk membentuk Team.

Kita pernah mendengar seorang Roman Abramovic mendepak seorang Jose Mourinho yang memiliki filosofi sepakbola efektif, dan tidak terlalu menarik ditonton. Sekalipun Mourinho telah memberinya Gelar EPL, Abramovic masih mencari seorang Pelatih lain HANYA KARENA dirinya menginginkan Teamnya bermain dengan Filosofi Sepakbola Menyerang & Attraktif macam Ancelloti atau Guus Hiddink.

2. Langkah kedua baru PELATIH mencari pemain yg sesuai dgn skema yg diinginkan Pelatih.

Untuk contoh Pelatih sekelas Robert Rene Albert yg sukses dgn pemain muda & blm punya nama di AREMA, blm tentu bisa sukses dgn kumpulan Pemain senior yg sudah jadi. Mengapa? Karena pemain muda lebih “menurut” dan bisa dibentuk sesuai keinginan & Visi Pelatih.

Berbeda dgn pemain senior yg sudah punya “PENGALAMAN BERMAIN dengan MINDSET”-nya sendiri di klub lamanya yang lebih sulit dirubah. Dalam menjalankan tugasnya tentu Pelatih Kepala dibantu staff kepelatihan yg biasanya terdiri dari:

  • Assisten Pelatih: Yang bisa mengembangkan / mengasah skill pemain jadi lebih baik.
  • Pelatih Kiper: Tugasnya seharusnya melatih & mengembangkan semua kiper yg ada, terutama kiper muda. Jika nanti cara manajemen kepelatihannya masih sama, sekalipun Kurnia Meiga & Lionel Lewis atau Kosin yg datang, nasibnya bakal sama dgn Markus, yg mengalami penurunan drastis dalam permainan.
  • Pelatih Fisik, yg di era sepakbola modern ini jg bertindak sbg ahli nutrisi.
  • Staff Pelatih lainnya yang dibutuhkan Pelatih Kepala


3. Tugas manajemen menyiapkan semua yang dibutuhkan Team.

Mulai dari Tempat Latihan, Gym, dan sampai soal Keuangan, Marketing, dll. Semuanya bekerja keras sehingga semua elemen dalam tubuh Maung Bandung yang terkait memiliki “SATU VISI”. yakni bermain dgn “CARA PERSIB” demi HARGA DIRI PERSIB, dan tinggal menunggu peran BOBOTOH yg akan selalu akan mendukung sampai kapanpun untuk menjadi yang terbaik.

Saya juga ingin menyampaikan Selamat Kepada Team Manajemen Bisnis PT. PBB yang dipimpin Bung Risha A. Widjaya, M. Farhan, dll yang sampai dengan saat ini menjadikan Persib sebagai Team dengan Sisi Komersial & Bisnis terbaik di Indonesia, semoga Pencapaian yang di raih sampai saat ini dapat memacu “Team Manajemen Teknis” dibawah Komando H. Umuh Muchtar terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Semoga opini ini dapat membantu mengubah ‘Mindset’ para petinggi Persib, yang tentunya memiliki keinginan yang sangat besar untuk menjadikan Persib sebagai Icon terbaik dari sepakbola Indonesia.

Sekian..

Penulis adalah seorang karyawan & bobotoh Persib berdomisili di Bandung & Merantau di Pulau Sumatera.

Pendapat yang dinyatakan dalam tulisan ini sepenuhnya merupakan pendapat pribadi penulis, tidak mencerminkan pendapat redaksi Simamaung.


Share This Article

Related News

Arena Bobotoh: Legenda Persib yang Dipuji Fabio Capello itu Bernama Yudi Guntara
Mengenang Momen Jawara Perserikatan 1994 (Bag III-Habis): Persib Juara
Mengenang Momen Jawara Perserikatan 1994 (Bag II): Persib Menuju Grand Final

About Author

Abu fauzan

(33) Readers Comments

  1. Menny Viking
    29/06/2011 at 12:26

    Eta pisan!!! Ieu kakara konsep sepakbola modern, lain ngagugubug deui APBD wkwkwk batur mah geus kamana

  2. maro
    29/06/2011 at 12:41

    sangat mengapresiasi komentar bobotoh diatas..moga-moga manajemen bisa melihat dari sisi ini..dan kita lihat apakah musim depan akan terjadi perubahan atau sama dengan musim musim sebelumnya..yg hanya bisa berharap manjadi juara...ISL HATUR hunun,,,,eh nuhun. :)

  3. TITASIC
    29/06/2011 at 12:48

    Hmmm ... kpd redaksi simamaung, tolong sampaikan artikel ini k manajemen !!! Soal'y, visi artikel di atas dg visi manajemen Persib sangat berbeda jauuuuuuuuuuuhhhh sekaliii !!! nuhun

  4. Menny Humaeni (@rockmen_23)
    29/06/2011 at 12:57

    Tah ieu artikel alus wajib dibaca oge ku manajemen pt pbb RT @persib: RT @rudydknyl: http://bit.ly/kFRRnp artikel yang wajib dibaca bobotoh

  5. zatnika
    29/06/2011 at 13:02

    Secara umum, saya sepakat dengan penulis. Persib harus punya philosofi sepakbolanya sendiri, dan itu harus dimulai dari top manajemen. Dengan philosofi sepakbola yg matang, maka akan lebih terarah dalam membentuk tim. Pemilihan pelatih, pemain hingga taktik di lapangan harus mencerminkan itu. Contoh tim dg philosofi sepak bola yg matang adalah barcelona. Bagaimana barca bisa menterjemahkan philosofi klub "more tha a club" tertuang dilapangan, tentu membutuhkan sistem manajerial yg faham akan karakter.

  6. Riansyah Rizal Putra (@abdirian)
    29/06/2011 at 13:05

    sipp pisan RT @persib: RT @rudydknyl: http://bit.ly/kFRRnp artikel yang wajib dibaca bobotoh

  7. bobotoh persib
    29/06/2011 at 13:11

    sangat disayangkan apabila pemikiran dan konsep yang ditawarkan penulis hanya sebuah artikel saja tidak diapresiasikan bahkan dipertimbangkan. apa bobotoh sekarang lebih pintar dari manajemen PERSIB? oleh karena itu untuk manajemen klub carilah orang2 bisa dan mengerti sepakbola modern.

  8. Muhammad Al Fatih (@alfatih11)
    29/06/2011 at 13:16

    barcelona RT @simamaung: Jika PERSIB Seperti… http://goo.gl/fb/5smHr

  9. galuh
    29/06/2011 at 13:24

    dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya tidak meragukan kecintaan Pa H Umuh kepada Persib, karena mungkin malah beliau orang yang paling loyal kepada Persib, tapi kecintaan saja belum cukup untuk mengurus sebuah klub Profesional. mungkin Pa Haji juga termasuk orang yang paling jor2an ke Persib, tapi sekali lagi uang bukan segalanya. Butuh seorang pemimpin yang mengerti tentang management sebuah klub olahraga, karena mengurus sebuah klub olahraga tidak sama dengan bisnis biasa. harus seorang yg bisa mengesampingkan EGO PRIBADI, BERPIKIR JAUH KE DEPAN, dihormati oleh TIM tapi TIDAK MENGAMBIL KEPUTUSAN SESUAI KEHENDAK PRIBADI. ada baiknya Pa Haji konsen saja di PT BBB, dan serahkan urusan Manajerial kepada orang yang lebih mempunyai kapabilitas sebagai manajer sebuah klub sepakbola... MAJU TERUS PERSIB......!!!!!!!!!!!!!

  10. ayisaca
    29/06/2011 at 13:26

    Upami sadaya bobotoh tiasa berfikir jernih sapertos penulis di luhur. Sanes mung ngagugulukeun emosi sesaat. Insyaallah tangtos aya aura positif nu bisa mangaruhan ka mahajemen persib. nuhun

  11. aday
    29/06/2011 at 13:39

    yg jdi pertanyaan,mampukah manajmen & sluruh jajarannya mewujudkan sesuai apa yg trtuang dlm artikel..????? Sbgai bobotoh ksabaran saya blm habis u/mennggu PERSIB jdi juara,jdi tim yg bnar2 tangguh bukan hanya d negri sndiri.... Wa'alaikum salam.......

  12. dhani ahmad (@danzelismed)
    29/06/2011 at 13:57

    sok geura dibaca .... RT @simamaung: Jika PERSIB Seperti… http://goo.gl/fb/5smHr

  13. bobotoh jakarta
    29/06/2011 at 14:46

    aq rindu gaya darko... persib vs persiba menjadi tontonan menarik di antar pulau sebelum liga bergulir. siapakah pelatih selanjutnya?

  14. adhy nugraha
    29/06/2011 at 15:39

    Mantap alus pisan yeu artikel Mugi para jajaran PT.PBB maca artikel ieu, kuring rindu ku permainan cantik tik-tak ( satu dua ), permainan nu agresif Persib baheula mugi di musim hareup bisa ka wujudkeun.. amiinn Persib Bandung Salawasna na manah !

  15. gunung salak
    29/06/2011 at 16:19

    siiiipp...segalanya memang terlihat sempurna dalam sebuah pemikiran,hanya saja dalam pelaksanaan?terlebih para bobotoh kebanyakan hanya tahu nya MENANG dan KALAH (terlihat dari komentar setelah persib bermain),bisa kah mereka bersabar???BTW Konsep Penulis memang ALUS PISAN eunk,..

  16. asep cahya
    29/06/2011 at 17:15

    saya sangat setuju..dan saya harap pelatih kepala bebas mencri pemain yg dbtuhkan tanpa ''masukan yang memaksa'' dari manajemen..

  17. asep cahya
    29/06/2011 at 17:17

    saya sangat setuju..dan saya harap pelatih kepala bebas mencri pemain yg dbtuhkan tanpa ''masukan yang memaksa'' dari manajemen seperti kasus pablo frances...dimana kala itu manajemen ngotot memasukkan pablo dan kecewa jg akan penamplan pablo

  18. harsya
    29/06/2011 at 18:22

    Apa yang di kemukakan penulis, terlihat sangat terstruktur. Kalau kita perhatikan, semua pelatih asing yng perah mampir di persib bisa dikatakan sesuai dengan yg ditulis oleh penulis. Mulai jaman marek, arcan dan terakhir daniel darko yang mencoba untuk merubah paradigma yang ada di persib. Namun, semua itu tidk akan pernah berubah kalau pemikiran dri para petinggi persib yang masih terkesan amatir. Rubah dlu konsep dan pola fikir manajemen persib yng sekarang sebelum merubah thd kebijaka team. Jika paaradigma dan pola fikir manajemen bsa berubah dgn visi dan misi yang jelas dan terukur, sangat percaya persib bisa lebih baik dan berjaya dri sekarang.

  19. Hansip Persib (@lempar_isu)
    29/06/2011 at 18:56

    tulisan berbobot buat bobotoh #persib dapet dari @simamaung http://t.co/KWWiRMj @botak03 @denbayan @thanonaria @infosuporter @indosoccer

  20. ronny
    29/06/2011 at 19:15

    siiiipppp,,,hade pisan tah. Satuju lah, mudah2xan bisa terwujud di dalam tubuh TIM PERSIB musim depan,,,Bravo PERSIB.

  21. ajri indarobi
    29/06/2011 at 19:18

    bnr psan yeuh artikel th sgan dbca k para ptinggi(manajemen)PERSIB trs dpahami mksd dri artikl ini ai bsa kneh mkir mah!

  22. idonk..
    29/06/2011 at 20:41

    Orang seperti ini, seperti richald rl yg di butuhkan persib. Sudah angkat aja jadi penasihat persib..

  23. ahmad
    29/06/2011 at 20:58

    setuju, pemain yang ada dipertahankan, cari pelatih yang siap, arcan yurie bagus, rene albert bagus! Cuma siap kah pelatih jika kalah di hujat, jika menang di sanjung, itu karakter bobotoh, datangkan aldo, pagundes, dan kenji adecihara!!

  24. bolbol
    30/06/2011 at 01:02

    pemikiran yg brilian .. walaupun tidak mudah tp semua elemen harus berusaha menjadi professional baik manajemen,staff pelatih,pemain maupun bebotoh harus professional .. DEMI HARGA DIRI PERSIB ..

  25. Hasrat juara
    30/06/2011 at 14:12

    Aduh ribet oge ny,pngn juara hrs ky gtu,PERSIPURA jd juara ky gtu g y???

  26. Fajar Love Persib
    30/06/2011 at 15:25

    Bnar, terkadang pemain senior tuh punya egonya sendiri, bkan mementingkan tim mlah, mementingkan pengharggaan untuk diri sendiri, tak jarang pemain senior melakukan kesalahan , dibandingkan pemain muda, seharusnya persib hrus menggunakan jasa pemain jebolan u 21 atw yang lainnya agar si pemain tuh melekat dengan persib jangan cuma pengen gajinya aja, coba kita fikir , klo dari segi pemain persib tahun ini, semunya nemain berkelas dan jika satu tim pun akan juara, tapi kenyataanya tidak, contoh kemarin persipura melawan All star indonesia , bisa menang kan, iya karena pemain persipura itu rata2 asli jebolan u21nya, Emang Membentuk tim tangguh tuh tidak bisa 1 tahun , contoh BARCELONA saja 3 Tahun , menjadi tim terkuat di dunia, karena BARCELONA percaya sama pemain didikannya sendiri .

  27. uthem
    30/06/2011 at 18:10

    smoga ieu berita th nyampe ka penguru + pemaen persib . . Regepkeun sing seksama . .

  28. gemBoll
    30/06/2011 at 19:42

    satuju pisan lah.. "karakter" yang tidak ada di tubuh maung bandung saat ini.. dan untuk membentuk sebuah tim yang hebat, dibutuhkan sebuah "proses".. bukan dengan cara yang instan..

  29. erinbobotohtangerangselatan
    30/06/2011 at 23:57

    saya kira memang seharusnya seperti itu,kalau mau maju semuanya harus berusaha untuk propesional baik dari manajerial maupun non manajerial.Kita harus bisa mencontoh klub2 yang ada di liga2 eropa,walau ga gampang tp dengan usaha,tekad dan kemauan yg keras Insya Allah PERSIB pasti bisa.Bravo PERSIB...

  30. Ferry
    01/07/2011 at 09:14

    @Hasrat Juara : Persipura..? Pemain asingnya Igbonefo + Bio Pauline sudah 6 tahun bergabung, yang baru hanya zah rahan + kipernya..; Pemain non binaan? hanya Hamka Hamzah.. ; Mereka contoh klub yang sukses dibangun karena "proses" sejak era Boaz Solossa dkk, tahun 2004-2005.. tapi pemain muda selalu bermunculan tiap musim, Lukas Mandowen, tibo, David Laly dll...

  31. rendi
    01/07/2011 at 17:41

    siip saya sangat terkesn dengan opini mu. . .maju lah persib

  32. Yayan Hendriyawan
    01/07/2011 at 23:24

    Bentul sekali. Saya juga sebagai urang Bandung yang merantau di luar Bandung sangat setuju dengan pemikiran itu. Paradigma para pengurus kita saat ini harus dirubah.

  33. lukman yohandi
    02/07/2011 at 08:50

    saya salut sekali dgn tulisan yg dibuat oleh bobotoh dan kini bermukim di sumatra....artikel anda bagus sekali,mempunyai visi dan misi untuk kemajuan Persib Bandung,,,

Leave A Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site